Kalo diperhatikan kata kata di ramalan bintang itu umum banget. Maksudnya tidak spesifik contohnya dibawah ini. Saya mengambilnya dari detik
Leo (21 juli-21 Agustus)
Peruntungan: Singkirkan rasa malas jika ingin raih sukses besar hari ini. Jangan sia-siakan kesempatan besar dan menguntungkan –> kata trilis: Ya iyalah bukan cuma Leo yang mesti begitu mana ada orang males sukses, tul ga bu?
Karir: Coba lebih semangat dan bergairah dalam berkerja. Hasil kerja Anda pasti akan lebih baik nantinya, tunjukkan prestasi. Kata trilis –> Ya iya dong, kalo kita semangat dan bergairah dalam bekerja dan mengukir prestasi pastilah lebih baik, aduh plis deh ngga harus leo kali yang begitu
Kesehatan: Anda masih sulit lepas dari rasa jengkel. Ambil hikmah dari masalah yang timbul hingga cepat menemukan ketenangan hati. Kata trilis –> namanya juga manusia tiap hari pasti ada yang bikin jengkel meski cuma 1, dan di kitab manapun mengajarkan untuk dapat mengendalikan amarah supaya hati tetap tenang, lagi lagi hanya generalisasi
Keuangan: Mulai kocar-kacir untuk itu cobalah Anda terus melakukan penghematan. Jangan turuti keinginan untuk terus belanja. Kata trilis –> nasehat ini bagus untuk semua orang yang gila belanja, apa kebanyakan orang leo gila belanja???
Asmara: Jangan libatkan orang ketiga saat selesaikan masalah, cobalah diselesaikan berdua dulu. Diskusi akan lebih terbuka dan bebas. Kata trilis–> Ah itu mah pasti, dimana mana juga kalo pake orang ketiga urusannya jadi runyam
Masih mau percaya ramalan bintang?
Bandung, Kota ini dikelilingi gunung. Setiap kali punya waktu berdiam sejenak di loteng rumah. Tiap kali itu juga terkagum kagum oleh karya cipta Tuhan. Foto ini saya ambil pada bagian sisi kanan rumah, katanya nama gunung ini adalah Manglayang.
Suhu ruangan di rumah saya tiap harinya sekitar 20-22 derajat celcius. Dingin berrrbbebbewrrrrbrb
Pernah nginep di Melia Benoa Bali ? ( Bukan melia bali yang di nusa dua loh). Coba jalan - jalan ke taman belakang hotel di dekat kolam renangnya ada mini stage yang dikelilingi tumbuhan perdu. Nah di atas mini stage itulah terdapat papan catur berukuran kurang lebih 3 x 3 m, papan catur terbesar yang pernah saya lihat. Tentu saja memberi inspirasi saya untuk berfoto

Banyak yang mengira saya tidak bisa masak. Termasuk mertua saya, apalagi ibu saya! Tapi coba lihat hasil masakan saya, dari penyajiannya cukup menarik selera bukan? Apalagi setelah menempel di lidah, akan menimbulkan sensasi rasa yang “Mak Nyuzzz”. Sebagai bukti otentik karya cipta resep yang saya coba bahkan kadang saya menciptakan resep buatan sendiri, maka saya sempatkan untuk mengabadikannnya dalam beberapa foto yang kemudian saya satukan berkat jasa baik adobe cs.

- By Trils Kitchen

Gambar di atas adalah hasil pencarian saya di internet. tadi saya iseng membuka www.google.co.id lalu memasukkan key word ”temukan roy suryo” lalu klik saya lagi beruntung maka apa yang saya temukan? Sungguh membuat saya terkekeh. Anda bisa melihatnya (di atas)
hari selasa 24 Juni terbang ke makassar untuk wisuda tanggal 25 Juni. Selesai acara wisuda langsung pulang masih pada hari yang sama.
Berhubung saya datang sendiri tidak dengan suami maupun orang tua. Jadi saya hanya berfoto dengan teman-teman yang wisuda juga dan dengan salah satu dosen kami yaitu Prof Marsetio Donoseputro, mungkin diantara pembaca ada yang kenal, beliau ini pernah menjadi rektor Universitas Airlangga, pernah juga menjadi ketua PGRI, padahal beliau adalah dokter (Mungkin beliau ini satu satunya dokter yang pernah menjadi ketua PGRI), trus kalau tidak salah beliau juga pernah menjadi anggota WHO dan berkantor di Prancis selama 5 tahun.
Yah memang tanpa pendamping, terasa kurang syahdu. Untung-nya teman teman saya yang lain beberapa orang juga ga membawa pendamping jadilah kita saling mendampingi sembari berfoto kanan kiri. 
Saya ingin menulis hasil analisis sendiri mengenai kenaikan BBM, semestinya efek samping kenaikan BBM ini mestinya sudah harus dipertimbangkan sejak awal. Berikut beberapa hal yang saya cermati akibat kenaikan BBM:
Ikan mahal–>akibat dari nelayan banyak yang tidak melaut karena tak lagi mampu membeli BBM perahunya –> ikan yang tersedia di pasaran turun (hukum ekonomi barang sedikit permintaan banyak –> harga naik)
Pengangguran meningkat –> banyak perusahaan melakukan perampingan karyawan untuk menurunkan biaya produksi sebagai kompensasi kenaikan BBM
Peningkatan pengangguran –> menyebabkan peningkatan kriminalitas (orang bingung dapet uang darimana, jadi gampangnya nodong, nyuri, ngerampok, nyopet dll) dan gangguan mental (di bandung saja berdasarkan berita yang tadi pagi saya dengar rumah sakit jiwa di bandung melaporkan peningkatan jumlah pasien yang masuk RSJ pasca kenaikan BBM)
Kasus bunuh diri masal (sekeluarga) meningkat –> keputusasaan menghadapi kesulitan ekonomi dimana BBM menyebabkan semua harga harga kebutuhan primer maupun sekunder ikut melambung–> tak lagi tergapai kalangan bawah (mungkin daripada mati pelan pelan karena kelaparan mending bunuh diri)
Tentu saja masih banyak lagi adverse effect dari kenaikan BBM ini, yang menurut saya tidak memperbaiki kondisi justru memperparah keadaan. Hampir-hampir tak sedikitpun ada efek positif yang dapat saya lihat. Sampai saat ini saya masih memegang aliran anti kenaikan BBM dalam kondisi ekonomi bangsa yang sedang carut marut. Menyedihkan sekali para pembuat keputusan bangsa ini, sementara predikat orang terkaya melekat pada dirinya, sambil menjejakan kainya diatasan rintihan dan air mata orang kecil. Mungkin bagi yang tidak sependapat dengan saya tulisan saya ini terlalu berlebihan, tapi itulah kenyataan yang saya coba ungkapkan. Semoga ada yang tergugah dengan tulisan ini dan memberi inspirasi untuk berbuat yang lebih baik untuk bangsa ini.
beberapa waktu lalu (sudah cukup lama) di rumah saya mati lampu, padahal malam itu saya berniat menyelesaikan perbaikan tesis yang selalu saya tunda tunda terus. Akhirnya pada saat saya niat betul mengerjakan malah situasi yang tidak mendukung (mati lampu).
Peristiwa ini mengingatkan saya pada kalimat dalam sebuah buku ” Menjadi wanita yang paling berbahagia” yang pernah saya baca yaitu ” jangan tunda, lakukan sekarang karena hari esok belum tentu milikmu”. Dalam gelap saya berdoa ” Mohon ampun” karena menunda mengerjakan tesis, tentu pengalaman ini akan saya ingat untuk hal hal yang lain juga. Saya menyesal betapa saya tidak bersyukur, padahal kemarin kemarin ini, kondisi sangat mendukung, tidak mati lampu dan saya tidak ada kesibukan lain kecuali nonton banci di TV (sungguh ngga berguna).
Mestinya selagi ada kesempatan yang baik untuk melakukan sesuatu kecuali rasa malas sebagai penghalang, sudah seharusnyalah kita mampu mengusir rasa malas itu dari diri kita. Beberapa hari ini saya merenung dan kejadian itu membuat saya berpikir kembali menganai keputusan yang saya buat beberapa hari lalu. Beberapa hari lalu saya membuat keputusan untuk tidak mengambil kesempatan yang disodorkan di hadapan saya hanya karena malas. Setelah merenung dan membaca buku penyejuk rohani, mengendapkan emosi sejenak, dengan besar hati saya mengubah keputusan saya. Saya akan ambil kesempatan itu selagi orang orang tercinta disekeliling saya juga mendukung hal ini, toh dengan begini saya bisa sekaligus membahagiakan mereka dengan menuruti usulan mereka dan untuk saya sendiri berhasil melawan rasa malas. Semoga akan lebih banyak hal positif yang didapat untuk saya juga orang orang tercinta disekeliling saya.
Oh iya di dalam gelap itu juga saya memanfaat kesempatan untuk mengambil foto lilin, sebab kalo lampu sudah nyala udah ga bagus lagi efeknya. Memanfaatkan setiap kondisi untuk hal hal yang baik rasanya ga pernah rugi kan? Lihat hasil nya bagus yah? :))
Mau tau kabar terbaru tentang pakis monyet piaraan saya yang beberapa waktu lalu juga sempat mejeng di blog ini? Si kecil pertumbuhannya luar biasa, lihat saja bedanya dengan foto sebelumnya (di posting saya terdahulu).
Tapi sepertinya yang besar tidak mengalami pertumbuhan signifikan belakangan ini mungkin karena potnya kekecilan. Hari minggu nanti saya berencana relokasi pakis monyet ke pot yang lebih besar. Hmmm menyenangkan….